Bima, SentralNTB.id - Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional Polres Bima Polda NTB menggelar upacara di halaman Mapolres Bima Senin 10 November 2025.
Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin oleh Wakapolres Bima Kompol Saogi Sujana Angsar, bertindak sebagai Komandan Upacara Ipda Ahmad Zulfikar SH dan dihadiri oleh segenap PJU Polres Bima para perwira, bintara, serta Aparatur Sipil Negara jajaran Polres Bima.
Peringatan Hari Pahlawan tahun 2025 ini mengangkat tema "Pahlawanku Teladanku Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan"
Upacara dimulai pukul 07. 40 Wita ini dimulai dengan pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan Cipta, pembacaan teks Pancasila dan Pembacaan teks UUD 1945.
Dalam amanatnya Wakapolres Bima Kompol Saogi Sujana Angsar menyampaikan, Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini.
Dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak, mereka berjuang bukan demi dirinya sendiri, tetapi demi masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal, yaitu kita semua yang berdiri di sini hari ini.
Para Pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan.
Karenanya, ada tiga hal yang dapat kita teladani dari para pahlawan bangsa:
Lanjutnya Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan.
"Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan". Jelasnya.
Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian.
Di situlah letak kehormatan sejati: bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan.
Dikatakannya, Para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk kemakmuran bangsa yang mereka cintai. Dan menjadikan perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah, darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan.
"Ini adalah modal besar bagi generasi kita saat ini. Semangat perjuangan yang pantang menyerah, adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan". Katanya lagi.
Di masa kini, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama; membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.
Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial,
"hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya". Ujarnya.
Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji: bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus.
Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam. Dengan bekerja, bergerak dan berdampak.
Wakapolres juga menyampaikan pentingnya meneladani nilai-nilai perjuangan pahlawan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengingatkan seluruh personel agar senantiasa menjaga semangat patriotisme dan pengabdian kepada bangsa, seperti yang telah dicontohkan oleh para pahlawan Indonesia.
"Kita sebagai generasi penerus memiliki tugas untuk melanjutkan perjuangan mereka dengan semangat, dedikasi, dan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat," ucap Kompol Saogi Sujana Angsar.
Upacara ditutup dengan doa bersama, memohon agar semangat kepahlawanan selalu menyertai dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah.,(01"Red).

COMMENTS