Bima, SentralNTB.id — Selamat Milad Muhammadiyah ke-113 Tahun.
Teriring doa dan rasa syukur atas perjalanan panjang organisasi Islam modernis terbesar di Indonesia ini, yang sejak awal berdirinya terus menebar kebaikan, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta memperkuat dakwah amar makruf nahi mungkar.
Sejarah Singkat dan Perjuangan Pendiri Muhammadiyah
Muhammadiyah didirikan pada 18 November 1912 oleh seorang ulama pembaru bernama Kiai Haji Ahmad Dahlan, yang lahir dengan nama kecil Muhammad Darwis di Kauman, Yogyakarta. Sejak muda, Ahmad Dahlan dikenal sebagai pribadi yang haus ilmu dan memiliki semangat tinggi untuk memahami ajaran Islam secara mendalam.
Setelah menunaikan ibadah haji dan bermukim beberapa tahun di Makkah, ia menyaksikan geliat gerakan pembaruan Islam yang menekankan kembali kemurnian ajaran serta pentingnya pemikiran rasional dalam pendidikan. Pengalaman itu menjadi fondasi kuat bagi gagasannya untuk melakukan tajdid (pembaharuan) di tanah air.
Sepulang ke Indonesia, Ahmad Dahlan menyaksikan kondisi masyarakat yang masih terpuruk oleh kolonialisme, pendidikan yang tertinggal, serta praktik keagamaan yang kerap bercampur dengan tradisi yang tidak sesuai ajaran Islam. Dengan keberanian intelektual dan keikhlasan dakwahnya, ia merintis sebuah organisasi yang bertujuan:
Memurnikan ajaran Islam dari praktik yang tidak berdasar,
Memajukan pendidikan modern,
Meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat,
Membangun umat yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan.
Dari sebuah rumah sederhana di Kauman, gagasan besar itu kemudian melahirkan Muhammadiyah, sebuah gerakan yang kini menjadi lokomotif pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kemanusiaan di Indonesia.
Kiprah Muhammadiyah untuk Bangsa
Selama lebih dari satu abad, Muhammadiyah hadir melalui jaringan lembaga pendidikan formal—dari TK hingga universitas—rumah sakit, panti asuhan, layanan kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, dan berbagai aktivitas sosial lainnya.
Organisasi ini menjadi salah satu kekuatan civil society terbesar di Asia Tenggara, dan tetap istiqamah pada misi pencerahan (gerakan tajdid).
Ucapan Selamat Milad dari Kapoksi Komisi VIII DPR RI
Dalam momentum bersejarah ini, Kapoksi Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, Hj. Mahdalena, S.S., M.M., menyampaikan selamat dan apresiasinya:
“Semoga Muhammadiyah terus istiqamah dalam dakwah amar makruf nahi mungkar, serta senantiasa menjadi suluh bagi masa depan bangsa. Tafaddal terus maju, berinovasi, dan menginspirasi.”
Beliau menegaskan bahwa kontribusi Muhammadiyah dalam pendidikan, sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat adalah aset besar bagi peradaban Indonesia modern.
Harapan di Milad ke-113
Seraya memasuki usia ke-113, Muhammadiyah diharapkan kian memperkuat perannya sebagai gerakan pencerahan, menghadirkan solusi bagi tantangan zaman, serta melahirkan generasi yang berilmu, moderat, dan cinta tanah air.
Selamat Milad Muhammadiyah ke-113.
Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi setiap langkah perjuangan.
Red: Mad., Email: sentralntb@gmail.com

COMMENTS