BIMA, SentralNtb. Id --Harwoto yang biasa akrab di sapa Bos Woto pemilik SPBU Toti Mori yang berlokasih di Desa Donggobolo kabupaten bima. Melakukan Klarifikasi terkait dicantumkan namanya memiliki Proyek galian C Disejumlah Wilayah Senin 12 Juli 2021.
Dia menyampaikan hal itu pada Medai Online SentralNtb.id dikantornya di SPBU, Toto Mori miliknya di Desa Donggobolo Kabupaten Bima siang Sekira Pukul 10,00 Wita.
"Saya atas nama pribadi mengatakan, dengan maraknya persoalan galian c yang lagi beroperasi di kabupaten bima saat ini saya mengundang secara terhormat teman-teman awak media bahwa saya ingin melakukan klarifikasi terkait nama pribadi saya yang sudah di gubris oleh orang tak bertanggung jawab mengatakan bahwa saya yang melaksanakan galian C," ungkapnya.
Demi allah saya tidak tau menau persoalan galian C tersebut dan pihak kontraktor "Cengsi" pun yang melaksanakanya saya tidak tau apalagi masuk jadi pelaksana.
Awal kedatangan saya di bima pada saat Pilkada kemarin itupun cuma membantu calon bupati bima yaitu Hj. Indah Dhama Yanti Putri, SE untuk memenangkan lewat politik pilkada. Selebihnya itu saya menjalan usaha lewat SPBU Toti Mori Yang berlokasi di Desa Donggobolo Kecematan Woha Kabupaten Bima.
Lanjut Woto, Berkaitan dengan demostrasi yang di bangun oleh Laskar ALARM dan LSM API NTB kemarin dengan tuntutan galian C yang tak punya ijin di kabupaten bima yang di laksanakan oleh Pihak Agus dan Cengsi tersebut sedangkan saya tidak tau menau.
Di saat itupun saya ada di jakarta mengurus persoalan bisnis saya, bahwa Informasi yang saya dapat saya mengatur pergerakan tersebut, demi allah saya tidak tau.
Woto menambah, Selain dari bupati bima Saya tidak ada urusan dengan siapapun di kabupaten bima ini, awal saya cuma menanyakan kepada pihak agus dan cengsi yang melaksanakan galian C di kabupaten bima untuk menjelaskan terkait uang fi proyek normalisasi dam pela parado dengan jumlah anggaran 2,2 miliar sampai hari ini belum ada kejelasan.
Saya cuma melaksanakan galian C di kabupaten bima baru-baru ini cuma ada satu galian yaitu ada di wilayaha desa ngali kecematan belo dan itupun milik pribadi saya untuk di masukan di wilayah yang berdekatan dengan kegiatan tersebut itupun lahan milik pribadi saya.
Saya risi sekali dengan adanya nama baik saya yang di gubris oleh orang yang tak bertanggung jawab di media sosial, dan saya pun sudah tegur itupun tetap di naikan di media sosial.
Saya merasa malu, apalagi saya tidak tau menau apa yang menjadi dibincangkan oleh netizen melalui media sosial FB dan lainnya bahwa adanya saya memiliki proyek disejumlah wilayah.
"Di tempat yang sama Suherman selaku Karyawan PT. Bumi Palapa Perkasa Mengatakan, Persoalan tersebut, Bagaimana uang FI Kami yang sudah tertanam di proyek tersebut bisa kembali," tuturnya.
Saya dan anggota saya akan memperjuangkan persoalan ini, yang intinya berkaitan dengan suplai material yang di karjakan oleh bapak agus dan cengsi yang sampai hari ini sudah di laksanakan di beberapa wilaya yaitu wilayah Di-1, Di-2, Di- Pela Parado dan di- Risa.
Inti dari persoalan tersebut bagaimana anggaran kami bisa kembali dalam material yang sudah dilaksanakan oleh pihak agus dan Cengsi.,(03"Red).

COMMENTS